{"id":1287,"date":"2018-09-20T12:04:02","date_gmt":"2018-09-20T05:04:02","guid":{"rendered":"http:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/?p=1287"},"modified":"2018-09-20T13:16:25","modified_gmt":"2018-09-20T06:16:25","slug":"inilah-10-keistimewaan-ibadah-umroh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/inilah-10-keistimewaan-ibadah-umroh\/","title":{"rendered":"Inilah 10 Keistimewaan Ibadah Umroh"},"content":{"rendered":"<h5>Inilah 10 Keistimewaan Ibadah Umroh<\/h5>\n<figure id=\"attachment_2811\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/kabah.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2811\" src=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/kabah.jpg\" alt=\"Jamaah umrah Risalah Madinah mendengarkan tausiah di Masjid Nabawi\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Jamaah umrah Risalah Madinah mendengarkan tausiah di Masjid Nabawi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setiap ibadah yang susuai tuntunan Rasulullah s<em>hallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>\u00a0mengandung keistimewaan. Shalat ada keistimewaannya. Zakat ada keistimewaannya. Puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Allah SWT menyebutkan keistimewaan ibadah-ibadah tersebut secara khusus. Termasuk ibadah umroh dan haji, yang bagi kaum muslim di tanah air membutuhkan usaha yang cukup berat. Dari mulai biaya sampai kepada faktor fisik yang harus dijalaninya.<\/p>\n<p>Ibadah umroh disyariatkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam karena memiliki keistimewaan dan fadillah yang sangat besar bagi kita. Inilah keutamaan dan fadilah ibadah umroh.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Ibadah umroh yang satu kepada umroh berikutnya\u00a0<\/strong><strong>adalah kaffaroh, penghapus dosa.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/kabah.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1201\" src=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/kabah.jpg\" alt=\"kabah\" width=\"275\" height=\"183\" \/><\/a>\u00a0 Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita\u00a0 diantara pelaksanaan umroh yang satu dengan umroh berikutnya. Sederhananya begini, bila lima atau 10 tahun lalu kita sudah melaksanakan umroh, selanjutnya tahun ini alhamdulillah kita bisa berangkat umroh lagi maka dosa-dosa diantara kedua umroh tersebut akan diampuni oleh Allah SWT.<\/p>\n<p>Hal ini berdasarkan penuturan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u201cUmrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga.\u201d ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096. )<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Haji dan umroh adalah jihad bagi para wanita dan orang yang lemah.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para ibu-ibu dan kaum wanita umumnya serta mereka yang lemah secara phisik, yang dalam hal ini tidak bisa berjihad\u00a0 atau berperang di masa Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, mereka masih mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah umroh.<\/p>\n<p>Hal ini berdasarkan penuturan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebagai berikut:<br \/>\nDalam riwayat Ibnu Khuzaimah, \u2018Aisyah berkata: \u201cAku bertutur: \u2018Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?\u2019 Beliau berkata: \u2018Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.&#8217;\u201d (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).<\/p>\n<p>Dan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, dari Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda: \u201cJihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.\u201d<\/p>\n<p>Kalau dalam hadits yang lain Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam pernah mengatakan bahwa ibadah yang paling utama adalah jihad maka sekali lagi hal ini tergantung kepada siapa beliau waktu itu berbicara. Oleh karena itu, kondisi tersebut sangat tepat bagi kaum muslimin dibeberapa tempat saat ini yang dapat menunaikan ibadah haji secara benar dan ikhlas. Maka pahalanya setara dengan berjihad dijalan Allah.<\/p>\n<p>Pertanyaanya tentu saja, karena saat ini tidak ada lagi peperangan atau berjihad dalam peperangan, apakah hadits ini tetap berlaku. Jawabannya tegas, tetap berlaku. Oleh karena ajaran Islam yang disampaiakan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam adalah universal, rahmatan lil alamin dan berlaku sampai akhir jaman.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Jamaah umroh adalah tamu-tamu Allah SWT yang doanya dikabulkan<\/strong><strong>.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Ibadah Haji dan <a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/index.php\/profil\/\">umroh<\/a> menjadi istimewa karena orang yang datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umroh adalah tamu Allah SWT. Begitulah biasa disebut dan memang Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam menyebutkannya demikian. Haji dan umrah adalah tamu Allah SWT sehingga apa yang diminta sang tamu akan dikabulkan oleh-Nya. Ini adalah bentuk keistimewaan yang istimewa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seperti siswa-siswi sekolah datang melakukan kunjungan wisata ilmiah ke taman buah. Setelah melakukan penelitian ditempat tersebut mereka dipersilakan untuk memetik buah sesuka mereka. Mereka boleh membawa pulang beberapa buah untuk dimakan sendiri maupun oleh-oleh saudaranya. Demikian pula ibadah haji. Allah SWT mempersilakan mereka yang datang untuk meminta apa saja dan ia akan mengabulkannya. Hal itu ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam dalam sabdanya,<\/p>\n<p><em>\u201cOrang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya\u201d.\u00a0<\/em>(HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/strong>Apalagi yang diinginkan oleh seorang manusia kecuali doanya dikabul dan dosanya diampuni. Dalam riwayat yang lain Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam bersabda,<\/p>\n<p><em>\u201cOrang-orang yang sedang berhaji atau berumroh, adalah tamu-tamu Allah dan para peziarah rumah-Nya. Jika mereka meminta dari-Nya sesuatu, niscaya ia akan memberi kepada mereka. Dan jika mereka memohon ampunan dari-Nya, niscaya ia akan mengampuni mereka. Dan jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya ia akan mengabulkannya. Dan jika mereka bersyafaat (memintakan sesuatu untuk orang lain) kepada-Nya, niscaya ia akan menerima syafaatnya\u201d\u00a0<\/em>(HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah, dengan beberapa perbedaan susunan redaksinya).<\/p>\n<p>\u201cOrang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.\u201d<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/strong>Sebagai tamu Allah SWT, jamaah haji dan umroh diterima oleh shahibul bait (tuan rumah) yaitu Allah SWT. Mereka akan mendapatkan hidangan dari Allah SWT berupa rahmat Allah, berkah Allah dan maghfirah dari Allah SWT.<\/p>\n<p>Jamaah haji dan umroh yang berdoa di Tanah Suci yakni di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, maka doa-doa tersebut akan dikabulkan Allah SWT. Karena memang tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang mustajab. Di Masjid Nabawi ada raudhoh atau bagian dari taman surga. Di Masjidil Haram ada Maqom Ibrahim, Multazam, Hijr Ismail, Hajar Aswat, Bukit Shofa dan Bukit Marwah, dimana di tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang mustajab. Baik doa untuk keselamatan dan kesejahteraan kampung akhirat maupun keselamatan dan kesejahteraan dunia. Tentunya kecukupan harta dan kebarokahan selama hidup di dunia bersama keluarga dan saudara-saudara kita.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Wafat dalam menjalankan ibadah umroh\u00a0<\/strong><strong>pahalanya dicatat sampai hari kiamat<\/strong><strong>.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram (ditengah pelaksanaan ibadah haji dan umrah) adalah mendapatkan anugerah pahalanya dicatat sampai hari kiamat. Semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Dari \u2018Abdullah bin \u2018Umar radhiallaahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda:<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u201cTidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau mengangkatnya satu derajat.\u201d<\/p>\n<p>b.Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, ia berkata, Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa keluar dalam melaksanakan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang <a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/index.php\/profil\/\">haji<\/a> hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari kiamat.\u201d<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong><a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/index.php\/profil\/\">Ibadah umroh bisa mengilangkan kefakiran<\/a>.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Bila kita melihat saudara kita yang setelah pulang dari haji atau umroh maka terlihat kehidupannya semakin baik, rejekinya mengalir terus dan keluarganya bertambah barokah, itulah salah satu fadilah ibadah tersebut. Haji dan umroh insya Allah mabrur dan makbulan, diterima oleh Allah SWT. Seluruh biaya yang digunakan untu berangkat haji dan umroh telah diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat.<\/p>\n<p>\u201cIkutilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan berbagai dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran yang ada pada besi, emas dan perak. Dan tiada balasan pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga, tidaklah seorang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keadaan ihram, melainkan matahari terbenam dengan membawa dosa-dosanya.\u201d<\/p>\n<p>Sunnah tersebut semakin ditekankan lagi jika telah melewati empat atau lima tahun dari haji dan umroh yang dilakukan sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya Allah berfirman: \u2018Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghi-dupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-Pent). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya\u2019la dan al-Bai-haqi).<\/p>\n<p>\u201cBahwasanya Allah berfirman: \u2018Sesungguh-nya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (namun) dia tidak datang kepada-Ku pada setiap empat tahun, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent) (Al-Haitsami berkata dalam Majma\u2019uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab ash-Shahih).<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Fadillah pahala satu kali umroh dengan sholat dua rakaat di Masjid Quba.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/em><\/p>\n<p>\u201c\u2026.Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih\u201d\u00a0(QS At Taubah: 108)<\/p>\n<p>\u201cKetika pembangunan Masjid ini selesai, Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Rasulullah Shalallahu \u2018Alaihi Wassalam wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan salat di sana.\u201d( HR. Bukhari no. 1117 , HR. Muslim no. 2478)<\/p>\n<p>Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi shalallahu \u2018alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu \u2018anhum, ia pernah mendengar Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam bersabda:\u00a0<em>\u201cBarangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah\u201d<\/em>.( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)<\/p>\n<p>Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi mengingat fadilah sholat di Masjid Quba yang sangat besar, maka bila kita sudah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah umroh atau haji, jangan sampai lupa melakukan sholat di Masjid Quba.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>Selama umroh bisa mendapatkan pahala sholat\u00a0<\/strong><strong>sangat luar biasa,\u00a0<\/strong><strong>hingga 100.000 kali.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam bersabda : \u201cShalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.\u201c (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: \u201cSanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4\/146).<\/p>\n<p>Ini sungguh luar biasa.\u00a0Fadhilah (keutamaan) Sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan bukti Allah SWT Maha Pemurah terhadap hambanya yang bersungguh sungguh mencari ridho dan ampunannya.<\/p>\n<p>Kalau kita hitung secara matematika maka 1 kali sholat di Masjidil Haram setara dengan 54,5 tahun sholat di masjid lain (100.000 : (5\u00d7365 hari)). Nah bila kita berjamaah selama 5 kali sehari, dan selama ibadah umroh adalah 3 hari di Makkah, maka fadilah pahala sholat di Masjidil Haram tambah berlipat-lipat lagi. Ditambah lagi sholat sunnah yang juga kita kerjakan serta ditambah sholat fardlu dan sholat sunah yang kita kerjakan di Masjid Nabawi yang memiliki keistimewaan pahala 1000 kali sholat di masjid lain, maka sungguh sangat luar biasa fadillah dan keutamaanya. Maha suci Allah, Maha Agung dan Maha Pemurah.<\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li><strong>Fadillah umroh Ramadhan adalah haji bersama Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Siapa yang tidak ingin mendapat fadillah haji bersama Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam. Pasti semua kaum muslimin mengharapkan meraih fadillah tersebut. Caranya adalah melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan.<\/p>\n<p>Dari Ibnu abbas radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa Ummu Salaim radhiallaahu anhu pernah datang kepada Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam, dan berkata: \u201cYa Rasulullah (suamiku) Abu Thalhah dan puteranya telah pergi menunaikan haji dan meninggalkan aku di rumah. \u201cRasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam, menjawab \u201cWahai Umu Sulaim, melakukan satu umrah di dalam bulan Ramadhan adalah sama ganjarannya dengan haji yang dilakukan bersamaku.\u201d<\/p>\n<p>\u201cUmrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku (Nabi saw).\u201d (Shahih; Shahih Al-Jami\u2019 hadits no. 4098).<\/p>\n<p>Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita Anshar, \u201cApa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?\u201d Ia menjawab, \u201cKami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.\u201d Nabi shallallahu \u2018alaihi wasallam bersabda, \u201cApabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji.\u201d (Shahih; Shahih At-Targhib, 1117).<\/p>\n<p>Itulah sebabnya mengapa pada bulan Ramadhan mereka berbondong-bondong menunaikan ibadah umroh. Suasana ibadah umroh sendiri di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada bulan Ramadhan layaknya musim haji. Ramai dan penuh sesak. Apalagi pada 10 hari terakhir Ramadhan.<\/p>\n<p>Di Indonesia, saat ini untuk berangkat haji harus antri bertahun-tahun, bahkan hingga 15 tahun lebih. Begitupun yang sudah berhaji, dihimbau untuk tidak berhaji lagi (paket haji reguler) untuk memberi kesempatan porsi bagi mereka yang belum berangkat haji. Jadilah ada paket haji plus yang dikelola biro travel dengan biaya bisa tiga sampai empat kali lipat haji reguler.<\/p>\n<p>Oleh karena itu mereka memilih untuk berangkat umroh Ramadhan, meskipun biayanya juga relatif mahal. Namun mereka berharap bisa meraih fadillah haji bersama Rasulullah, khususnya umroh pada 10 hari terakhir Ramadhan sekaligus berharap fadillah malam lailatul qadar.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li><strong>Bisa melakukan badal umroh bagi keluarga.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_2818\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/WhatsApp-Image-2018-09-03-at-17.00.01.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2818\" src=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/WhatsApp-Image-2018-09-03-at-17.00.01.jpeg\" alt=\"Jamaah Umroh Murah Risalah Madina Ziarah ke Roudhoh\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Jamaah Umroh Murah Risalah Madina Ziarah ke Roudhoh<\/figcaption><\/figure>\n<p>Badal umroh atau mengumrohkan seseorang, khususnya orang tua atau keluarga, dibolehkan dengan syarat tertentu. \u00a0Sebagian ulama berpendapat bahwa umrah hukumnya sunnah, sehingga tidak ada kewajiban bagi seseorang atau ahli waris untuk mengumrahkan orang tuanya yang sudah udzur atau meninggal dunia. Kecuali jika orang tuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan umrah, maka anaknya (ahli warisnya) yang memiliki kemampuan harus menunaikan nazar kedua orang tuanya.<\/p>\n<p>Hal tersebut didasarkan pada hadits-hadits tersebut di atas dan hadits berikut ini: \u201cDiriwayatkan dari \u2018Aisyah radhiallaahu anhu, dari Nabi shalallahu \u2018alaihi wassalam bersabda: Barangsiapa\u00a0\u00a0yang bernazar untuk mentaati Allah maka\u00a0hendaknya ditaati (ditunaikan), dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat ke pada Allah maka janganlah la (tunaikan\u00a0nazarnya) untuk berbuat maksiat.\u201d ( H R . al-Bukhari dan jamaah ahli Hadits).<\/p>\n<p>Menurut sebagian ulama yang lain, seseorang boleh melakukan umrah untuk orang lain (badal umrah), baik orang yang dibadalkan itu masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Mereka menganalogikannya dengan ibadah haji yang sama-sama ibadah badaniyyah maliyyah. Di antara dalilnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>Seorang wanita mendatangi Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam lalu bertanya, \u201cIbuku meninggal dunia dalam kondisi belum berhaji. Bolehkah aku berhaji untuknya?\u201d Rasul saw menjawab, \u201cBoleh. berhajilah untuknya!\u201d (HR at-Tirmidzi).<\/p>\n<p>Dalam riwayat lain Abu Razin al-Uqayli juga mendatangi Rasul shalallahu \u2018alaihi wassalam seraya mengadukan kondisi ayahnya yang sudah tua yang tidak bisa berhaji dan berumrah. Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wassalam berkata, \u201cTunaikanlah haji dan umrah untuknya.\u201d (HR at-Tirmidzi).<\/p>\n<p>Jadi ahli waris hendaknya melakukan badal umroh bagi orangtuanya, apabila dirinya sendiri sudah berumroh. Kedua, orangtuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan ibadah umroh, dan ketiga, kondisi orang tuanya sudah meninggal dunia atau dalam keadaan sudah tua atau sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat umroh.<\/p>\n<p>Ibadah umroh yang dilakukan ahli warisnya dengan membadalkan umroh orang tuanya, juga merupakan kegiatan\u00a0<em>birrul walidain.\u00a0<\/em>Yaitu\u00a0 bagian dalam\u00a0etika Islam\u00a0yang menunjukan kepada tindakan berbakti (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Yang mana berbakti kepada orang tua ini hukumnya\u00a0<em>fardhu (wajib) ain<\/em>\u00a0bagi setiap Muslim, meskipun seandainya kedua orang tuanya adalah non muslim. Setiap muslim wajib mentaati setiap perintah dari keduanya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.\u00a0<em>Birrul walidain<\/em>\u00a0merupakan bentuk\u00a0silaturahim\u00a0yang paling utama.<\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li><strong>Bisa memperoleh fadillah pahala umroh berkali-kali.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Para jamaah umroh selama mukim di Madinah maupun Makkah, maka tidak ada kegiatan lain kecuali tiga hal. Yaitu, sholat berjamaah ke Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, berzikir-berdoa-dan tadarus Al Qur\u2019an serta makan dan tidur. Kegiatan plusnya adalah jalan-jalan atau ziarah dan belanja he..he..<\/p>\n<p>Dengan begitu sebenarnya banyak waktu luang bagi jamaah karena tidak ada kegiatan bekerja dan urusan keluarga sebagaimana di tanah air. Selain ibadah wajib, jamaah umroh bisa lebih bebas melakukan ibadah sunah, baik di malam hari maupun di waktu dhuha. Namun ada satu ibadah yang kadang sulit dilakukan di tanah air karena kesibukan pekerjaan, yaitu ibadah seusai sholat subuh hingga waktu matahari terbit tiba dengan dilanjutkan ibadah sholat dua rakaat.<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.\u201d (Shahih; Shahih Al-Jami\u2019 hadits no. 6346).<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.\u201d (Hasan; Shahih Al-Jami\u2019 hadits no. 6556).<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram\u2026.\u201d (Shahih; HR Ahmad).<\/p>\n<p>Nah apabila ibadah tersebut kita lakukan setiap hari selama 7-10 hari di Tanah Suci, sesuai paket umroh yang kita ikuti, berarti kita bisa meraih pahala umrah berkali-kali, tanpa melakukan ibadah umroh sendiri.<\/p>\n<p>kami menyediakan paket umroh terbaik berwisata rohaani<br \/>\n<a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/index.php\/paket-umroh-plus-turki\/\">Umroh Plus turki<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/index.php\/paket-plus-thaif\/\">Umroh Plus Thaif\u00a0<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/alhijazindowisata.com\/12-\/index.php\/paket-umroh\/\">Umroh Regular\u00a0<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inilah 10 Keistimewaan Ibadah Umroh Jamaah umrah Risalah Madinah mendengarkan tausiah di Masjid Nabawi Setiap ibadah yang susuai tuntunan Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0mengandung keistimewaan. Shalat ada keistimewaannya. Zakat ada keistimewaannya. Puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Allah SWT menyebutkan keistimewaan ibadah-ibadah tersebut secara khusus. Termasuk ibadah umroh dan haji, yang bagi kaum muslim di tanah air membutuhkan usaha yang cukup berat. Dari mulai biaya sampai kepada&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1201,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-umrah","clearfix"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1287"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1287\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhijazindowisata.com\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}